Pages

Thursday, August 27, 2009

Tiga Dosa Wartawan dalam Peliputan Terorisme

Tiga Dosa Wartawan dalam Peliputan Terorisme Dalam melakukan tugas jurnalistiknya dalam peliputan kasus-kasus terorisme, para wartawan dinilai melakukan kesalahan besar. Demikian dikatakan Leo Batubara, Wakil Ketua Dewan Pers, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (27/8), terkait maraknya pemberitaan mengenai tindakan terorisme di media massa.

"Ada tiga dosa media dalam liputan bom," kata dia. Dosa yang pertama, banyak tayangan di media yang sebenarnya tidak patut untuk ditampilkan karena menimbulkan rasa takut dan trauma. Kedua, saat ini wartawan bertindak menjadi interogator terhadap anggota keluarga yang diduga sebagai teroris. Padahal, hal tersebut tidak dibenarkan dalam kode etik. Dan dosa yang ketiga, kata Leo, wartawan juga seperti malas mencari alternatif versi lain dari apa yang disampaikan sumber resmi.

Leo menyayangkan hal tersebut karena, menurutnya, tugas pokok wartawan adalah memberikan informasi kepada masyarakat. Adalah suatu kewajiban bagi wartawan untuk membuat masyarakat melek informasi. Meski demikian, wartawan harus dapat memilah mana berita yang pantas untuk dikonsumsi publik.

Ia menuturkan, alat ukur patut tidaknya sesuatu kejadian diberitakan adalah lima fungsi pers, kode etik jurnalistik, dan standar program siaran. "Yang penting dulu tahu dasarnya. Apakah itu pantas di-shoot? Kalau media cetak apakah itu pantas di-print," ujarnya.

Tuesday, August 25, 2009

pasang banner 125x125

Iklan banner 125x125 murah meriah RP 20.000,-/BULAN
TAMPIL DISETIAP HALAMAN.
HARGA SPESIAL UNTUK PEMASANGAN 5 BULAN GRATIS 1 BULAN.

CARA PEMASANGAN :
- Posting Iklan Gratis terlebih dahulu.
- tranfer melalui BCA no.rek 0072771620 an Purnomo Singgih.
- konfirmasi melalui sms ke 0815-828-0838.
caranya ketik : iklanlink spasi url spasi juduiklan
kirim ke : 0815-828-0838
- kami akan merespon konfirmasi anda secepatnya kurang dari 2 jam.

Sunday, August 9, 2009

new register network ppc free label-link: facebook ala indonesia

Name: gusti ali syahbana
Email: alikeyblog@gmail.com
Subject / Judul: facebook ala indonesia
description: mucfriend adalah facebooknya indonesia, kita mendapatkan teman sekaligus mendapatkan penghasilan.
WEBSITE :: http://facebook-friend.blogspot.com/
LABEL-LINK
: ADD YOUR LINK HERE RIGHT NOW TO POPULER WEB SITE http://label-link.blogspot.com/2009/03/tukar-link-ala-label-link-network.html
--
Visitor Ip: 125.162.65.63

Friday, August 7, 2009

PENEMUAN SPERMA RAKSASA DALAM FOSIL MIKRO

Panjang sel sperma heliks berfilamen dari ostracoda air tawar dapat mencapai sepuluh kali panjang tubuh produsennya. Sel sperma Ostracoda terpanjang yang diketahui adalah 1 cm. mikrograf elektron ini menunjukkan sebuah bundelan sperma raksasa itu yang diekstrak dari Eucypris virens, yang panjangnya sekitar 1.8 mm . (Credit: Dr. Renate Matzke-Karasz)
ScienceDaily (June 19, 2009) — Misteri sperma raksasa yang ada dalam beberapa kelompok hewan hidup masa kini mengambil dimensi baru- dalam salah satu kelompok crustacea mikro bukti baru menunjukkan kalau ciri ini telah ada paling tidak 100 juta tahun lalu.
Dalam kompetisi mendapatkan pasangan, pejantan harus bersaing satu sama lain –baik itu dalam warna bulu, antena besar atau tarian. Betina dalam beberapa spesies, walaubegitu, kawin dengan beberapa pejantan, sehingga pesaing bahkan setelah kawin masih belum terkalahkan. Sehingga sperma mereka yang bersaing. Karena ukuran lebih besar dapat meningkatkan kemungkinan pembuahan, dalam beberapa spesies sel-sel sperma raksasa berevolusi – sebagian tumbuh bahkan lebih besar dari pejantan yang menghasilkannya.
Kini, sebuah tim peneliti internasional dipimpin oleh Dr. Renate Matzke-Karasz, Ludwig-Maximilians-Universität (LMU) di Munich, secara tidak langsung mendeteksi tanda sperma raksasa dalam ostracoda fosil. Memakai holotomografi sinar x sinkrotron, sebuah teknik pencitraan sangat rumit yang dikembangkan di European Synchrotron Radiation Facility, para peneliti mampu melihat kedalam crustacea sangat kecil ini, yang panjangnya hanya 1 mm. “Dalam fosil mikro ini, kami mendeteksi organ-organ yang diperlukan untuk mengirimkan spermatozoa raksasa,” lapor Matzke-Karasz. "Karena ostracoda modern masih menghasilkan sperma raksasa, dan manuver mereka dengan organ yang sama 100 juta tahun lalu, adalah aman untuk mengatakan kalau fitur ini hanya berevolusi sekali dalam grup ini. Tampaknya ia adalah strategi evolusi yang sukses untuk reproduksi, walaupun sangat mahal bagi kedua gender.”
Sperma seorang manusia akan sepanjang 17 meter bila ingin dibandingkan dengan ostracoda modern, yang spermanya sampai sepuluh kali ukuran hewan itu sendiri. Kasarnya 34 ribu dari sperma manusia seukuran 50 mikron akan sepanjang tubuh manusia bila dibariskan ( 1,70m).
Bila betina mengijinkan lebih dari satu jantan kawin dengannya, maka persaingan jantan akan terus terjadi setelah kawin. Situasi ini menghasilkan tekanan pada teori paling valid mengenai seleksi seksual: Menurut itu, jantan yang menghasilkan sejumlah besar spermatozoa yang kecil dengan cepat dan dengan mudah lebih baik kemungkinannya bereproduksi, sementara betina berinvestasi hanya pada beberapa telur yang besar. Namun jika sperma harus berkompetisi di dalam tubuh betina, kualitas kadang tampak melebihi kuantitas. Dalam kasus ini kemungkinan membuahi sebuah ovum dapat meningkat dengan ukuran sel sperma. Ini berlaku pada sperma satu individu dengan sperma lawan dari jantan lain. Sedemikian hingga, hewan itu menginvestasikan banyak energi dalam menghasilkan dan membawa sperma besar itu.
Ini membawa pada raksasa yang berevolusi. Sperma manusia akan sepanjang 40 meter bila sebanding dengan sperma Drosophila bifurca, misalnya: jantan lalat buah ini panjangnya hanya beberapa milimeter, namun spermanya enam sentimeter. Serangga juga, beberapa primate, burung dan cacing diketahui memiliki sperma raksasa. Contoh lain adalah ostracoda, yang spermanya sepuluh kali lebih besar dari hewannya sendiri. Crustacean akuatis ini tumbuh hanya beberapa milimeter, dan dikelilingi oleh cangkang seperti remis.
Pelindung ini memfosil dengan baik, sehingga ostracoda sering ditemukan, sebagian berasal dari 450 juta tahun lalu. “Mereka adalah grup penting karena menyimpan informasi mengenai lingkungan tempat mereka tinggal,” kata Matzke-Karasz. “Cangkang fosil ostracoda menjadi arsip sejarah bumi, menyimpan informasi tentang iklim, ekologi dan geologi ribuan bahkan jutaan tahun lalu.” Hanya dalam kasus langka, bagian lembut dan kakinya tetap terlestarikan. Karena fosil ini menarik bagi biologi evolusi, kelompok yang bekerja dengan Matzke-Karasz mempelajari fosil zaman kapur Harbinia micropapillosa yang masih memiliki bagian lunak. Untungnya, fosil langka ini merupakan anggota ostracoda yang sama dengan yang menghasilkan sperma raksasa masa kini, memberi kesempatan untuk melihat bukti fosil sperma raksasa.
Penyelidikan sangat rumit dan berteknologi tinggi dilakukan di "European Synchrotron Radiation Facility (ESRF, Grenoble, France)", Yang juga membiayai proyek. “Holotomografi adalah teknik pencitraan non destruktif seperti tomografi computer, dimana sinar x sinkrotron koheren dipakai,” jelas Dr. Paul Tafforeau dari ESRF. "Dengan metode ini, sebuah citra 3 dimensi dari struktur dalam benda sangat kecil dapat dibuat tanpa merusak bendanya, dengan tingkat kontras dan presisi yang tidak dapat dijangkau teknik lain.” Holotomografi baru kali ini dipakai untuk pencitraan fosil, namun hasil terbaru dalam teknik demikian membawa pada penemuan baru fosil. “Kami mendapatkan citra jelas dari alat reproduksi fosil ostracoda dan ini mengejutkan,” lapor Dr. Giles Miller dari Natural History Museum di London. "Hasil kami menunjukkan kalau hewan ostracoda zaman kapur berusia 100 juta tahun telah bereproduksi dengan sperma raksasa.”
Kerabat baru crustacean ini memiliki alat reproduksi yang sepertiga volume tubuhnya. Di kedua jenis kelamin, organ reproduksi ada sebagai dua unit fungsi berbeda, satu di tiap sisi tubuh. Pada jantan, ini adalah dua pompa sperma besar yang disebut organ Zenker. Sesuai dengan ini, ostracoda betina memiliki dua lobang panjang menuju ke dua vagina. Struktur karakteristik ini adalah adaptasi sempurna pada transport sperma raksasa. Penyelidikan sinar x pada ostracoda fosil mengungkap pasangan tabung bolong pada jantan yang terkait dengan organ Zenker.
“Pada betina, disisi lain, kami menemukan dua bukaan bolong panjang di abdomen, yang juga ada di spesies masa kini,” kata Radka Symonova dari Charles University di Prague. "Bukaan ini adalah penerima penyimpan sperma. Mereka ada pada ostracoda dimana betinanya menyimpan spermatozoa raksasa dalam tubuh mereka hingga saat oviposisi, saat tiap ovum dibuahi oleh satu sperma. Dari spesies masa kini kita tahu kalau vesikel seminal hanya mendapatkan bentuk ini saat mereka terisi sperma raksasa.” Jadi, betina fosil ini jelas baru saja kawin sebelum terkubur daram endapan. “Holotomografi kami sesungguhnya mengungkapkan inseminasi fosil,” rangkum Symonova
“Jadi, reproduksi dengan sperma raksasa telah berkembang sekitar 100 juta tahun lalu pada kelompok ostracoda ini,” jelas Dr. Robin James Smith dari Lake Biwa Museum di Shiga, Jepang. “Hingga kini, tidak diketahui apakah sperma ostracoda raksasa muncul beberapa kali dalam evolusi, seperti pada Drosophila, ataukah mereka melestarikan tampilan dari kelompok tertentu selama jutaan tahun,” lanjut Matzke-Karasz. “Pertanyaan ini kini dapat dijawab sekali dan selamanya: sperma raksasa telah diproduksi setidaknya oleh beberapa spesies pada waktu lama, walau harganya mahal untuk betina maupun jantan. Tahap pertama penelitian kami adalah mencoba memahami mengapa dan bagaimana ini bisa bertahan begitu lama.”
Proyek ini dipimpin oleh paleontolog LMU Munich yang didanai oleh ESRF (Grenoble), European Union in the scope of the Marie Curie RT Network "SEXASEX" dan Lake Biwa Museum.

Penggunaan keyboard dan mouse dengan koneksi wireless sudah tidak asing lagi

Logitech

Penggunaan keyboard dan mouse dengan koneksi wireless sudah tidak asing lagi kita dengat sekarang ini tetapi tetap saja ada 2 masalah disini, pertama kadang kita tidak suka dengan paket penjualan yang menggabungkan mouse dan keyboard karena salah satunya kita kurang suka.

Kedua biasanya bila kita beli secara terpisah (keyboard dan mouse) berarti akan semakin repot karena berarti kita butuh 2 koneksi USB dan belum lagi intervensi dari kedua sinyal yang kadang membuat kerja kita terhambat.

Logitech

Logitech Unifying Receiver adalah produk receiver terbaru dari Logitech yang bisa memecahkan masalah diatas. Dengan alat ini kita bisa menggunakan sampai 6 buah alat (keyboard atau mouse) hanya dengan satu alat kecil ini.

Dengan begitu, kita bisa membeli keyboard dan mouse secara terpisah yang sesuai dengan keinginan selama keduanya mempunyai tanda "Unifying". Yang masih membuat kami bingung, kenapa sampai bisa tersambung sampai 6 buah mouse dan keyboard yah?? Logitech

Memang sih saat ini, Logitech Unifying Receiver ini hanya bisa dikoneksikan dengan merek yang sama dan untuk beberapa tipe tetapi setidaknya nanti kita sudah tidak perlu lagi pusing dengan masalah ini.

Kami sebenarnya lebih berharap ada sebuah receiver yang bisa digunakan untuk semua produk yang menggunakan koneksi wireless, dalam hal ini 2,4 GHz karena memang saat ini agak sulit menggabungkan beberapa alat nirkabel di satu komputer.

Wednesday, August 5, 2009

Oleh-oleh sebagai Ikon Kota

kepiting asam manisLaporan wartawan Bondan Winarno

Di masa lalu, industri kreatif di bidang oleh-oleh masih belum seberapa berkembang dibanding saat ini. Contohnya, sekitar 20 tahun yang lalu, penumpang pesawat terbang dari Medan atau Makassar biasanya tampak menjinjing dua botol sirop markisa sebagai oleh-oleh.

Sekarang, pemandangan seperti itu sudah passe. Di areal check in bandara Polonia, Medan, kita akan melihat ratusan boks Bolu Gulung Meranti atau Bika Ambon Zulaikha (dan merk-merk lain). Di Makassar, kita juga melihat banyak penumpang membawa termos plastik besar berisi kepiting saus padang dari Restoran Surya.

kepiting asam manisHampir setiap kota Indonesia kini memiliki industri oleh-oleh – baik makanan kering maupun basah – dalam skala ekonomi yang cukup besar. Orang tidak lagi sekadar menenteng satu besek berisi sepuluh lumpia, melainkan membeli beragam oleh-oleh yang dikemas dalam dus besar dan dibawa terbang sebagai bagasi.

Di kawasan Pasar Genteng, Surabaya, juga di ruas jalan utama Sidoarjo, misalnya, banyak sekali toko yang khusus menjual oleh-oleh. Mulai dari berbagai jenis krupuk, trasi, petis, dan jajanan lain. Di bagian lain, ada pula yang menjual bandeng asap dan lidah sapi asap. Setiap pembeli membelanjakan ratusan ribu rupiah untuk oleh-oleh yang akan dibawa pulang dan dibagikan kepada kerabat dan handai taulan.

Palembang, Jambi, Pangkalpinang, dan Tanjungpandan juga merupakan kota-kota dengan industri krupuk dan kemplang yang sangat populer sebagai oleh-oleh. Keempat kota ini punya pempek dan otak-otak istimewa yang sering diincar para pembelanja oleh-oleh. Selain itu, toko-toko oleh-oleh di Pangkalpinang dan Tanjungpinang juga punya andalan lain: sambalingkung (abon dari ikan laut), trasi, dan kulat pelawan (jamur khusus yang enak dimasak kari).

Bandung di masa lalu kebanyakan dikenal dengan kripik oncom dan peuyeum (tape singkong). Sekalipun peuyeum masih cukup populer hingga sekarang, tetapi kripik oncom sudah mulai terpinggirkan. Penggantinya adalah brownies kukus, pisang molen, kue sus, dan juga yoghurt. Ada beberapa toko roti di Bandung yang punya nama bagi banyak penggemarnya.

kepiting asam manisSemarang punya beberapa andalan oleh-oleh. Lumpia yang diisi rebung (tunas bambu), ebi, udang, dan telur, merupakan oleh-oleh populer. Kalau mau yang lebih tahan lama, pilihannya adalah wingko babat – dibuat dari ketan dan parutan kelapa. Kota-kota Pantura di dekat Semarang juga menyumbangkan banyak items oleh-oleh, seperti: bandeng duri lunak dan bandeng asap dari Juwana, jenang (dodol) dari Kudus, krupuk udang dari Rembang dan Jepara.

Setiap kali berkunjung ke Medan, saya selalu pulang dengan oleh-oleh khusus. Kebetulan Saffron, cucu saya, suka sekali dengan makanan yang satu ini, yaitu: lemper pulut hitam. Lempernya memang istimewa. Dibuat dari ketan hitam, dengan isi ayam yang sangat gurih. Lemper pulut hitam ini dibuat oleh sebuah toko kue yang sebetulnya lebih terkenal karena risoles-nya. Dijual dalam keadaan beku, dan sesampai di Jakarta dapat langsung dimasukkan ke freezer lagi. Bila akan disajikan, cukup dipanaskan di atas wajan panas berminyak.

Lucunya, lemper pulut hitam yang dahsyat ini hingga sekarang bagai “mutiara terpendam”. Kebanyakan orang masih terpesona dengan bika ambon dan bolu gulung. Tentang bolu gulung ini, saya juga sering heran. Hanya ada satu merk yang disukai orang. Setiap hari orang antre di tokonya yang kecil. Padahal, di ruas jalan yang sama juga ada toko lain yang menjual bolu gulung. Anehnya lagi, pembuat bolu gulung ini tidak membuka cabang dan tidak mempunyai gerai di bandara. Akibatnya, banyak gerai di bandara Polonia yang membeli bolu gulung dalam jumlah besar, dan menjualnya lagi dengan harga premium.

Sekarang sudah tidak banyak lagi penumpang pesawat dari Yogyakarta yang menenteng gudeg kendil. Dari kota ini sekarang orang kebanyakan membawa oleh-oleh yang praktis dan ekonomis, yaitu: bakpia. Padahal, di Yogya banyak sekali jajanan basah maupun kering yang pantas dibawa sebagai oleh-oleh. Jajanan basah misalnya adalah: kipo dari Kotagede, jadah dan tempe bacem dari Kaliurang. Jajanan kering yang populer adalah: rempeyek dan geplak dari Bantul. Butet Kartaredjasa memberi gagasan untuk membawa oleh-oleh berupa empal goreng yang dapat dibeli di Pasar Bringharjo.

Sebetulnya, sudah sejak lama saya menyimpan “dendam” untuk menampilkan ikon oleh-oleh baru dari Yogya, yaitu jadah manten. Ini adalah jajanan basah yang dibuat dari ketan kukus, diisi suwiran ayam gurih, di-topping dengan sedikit santan kental, dibungkus dadar membentuk segitiga, lalu dijepit dengan bambu tipis. Penampilannya menarik, rasanya luar biasa. Jadah manten juga merupakan sebuah pusaka kuliner yang pantas untuk dipopulerkan kembali. Beberapa kali saya “memanas-manasi” orang Yogya untuk mengemas jadah manten secara lebih kreatif dan mempromosikannya sebagai oleh-oleh juara dari Yogyakarta.

Senyampang sekarang Departemen Perdagangan sudah punya perhatian pada sektor kuliner, ada baiknya bila juga memerhatikan subsektor oleh-oleh ini. Menurut pendapat saya, bila digali dan dikaji secara mendalam, setiap kota besar Indonesia – khususnya yang punya bandara – harus dapat menampilkan setidaknya satu jenis oleh-oleh yang dapat dikembangkan hype-nya sehingga menjadi ikon kota yang bersangkutan. Semarang Kota Lumpia. Yogyakarta Kota Jadah Manten. Manado Kota Nasi Kuning. Dan sebagainya! Jakarta pun perlu punya oleh-oleh yang ikonik, supaya jangan hanya Dunkin’ Donuts atau Roti Boy yang ditenteng penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Bayangkan, bila setiap penumpang pesawat terbang menenteng satu kemasan oleh-oleh dari setiap bandara pemberangkatan, berapa nilai ekonomi baru yang dapat dibangkitkan? Apalagi bila dipikirkan pula sistem produksinya secara bertingkat agar menguntungkan para pelaku ekonomi golongan kecil dan menengah. Ekonomi rakyat di bidang kuliner adalah kekuatan kita sejak dulu.

Yang juga sangat perlu dipertimbangkan adalah kemasan serta usia produk. Alangkah kecewanya kita bila membawa ayam panggang kalasan yang ternyata sudah basi ketika tiba di rumah. Berbagai jenis kue basah juga cukup rentan terhadap waktu, sehingga perlu ditangani secara khusus. Klappertaart dari Manado repot dibawa untuk perjalanan jauh.

Industri oleh-oleh merupakan subsektor ekonomi yang sangat khas Indonesia. Di bagian dunia lainnya, jarang sekali saya melihat fenomena ini. Di Amerika Serikat, misalnya, beberapa kota besar memiliki ikon kuliner yang cukup populer. Tetapi, hampir semuanya merupakan makanan yang harus disantap di tempat. Takeaway hanya sebatas membawa makanan dari restoran ke rumah, bukan dari satu kota ke kota lain. Hal yang sama juga berlaku di Eropa. Bahkan di negara-negara Asia yang lain pun saya belum melihat tradisi berbelanja oleh-oleh seperti di Indonesia.

Justru karena merupakan satu hal yang sangat khas, mestinya sektor bisnis oleh-oleh ini harus dipikirkan lagi secara selangkah ke depan, khususnya untuk memberi kemudahan bagi konsumen yang pada gilirannya pasti akan menggelembungkan nilai ekonominya.

Contohnya saya lihat di bandara Manila. Orang Filipina suka sekali membawa oleh-oleh es krim dengan rasa mangga dan ubi. Mereka bangga sekali dengan kekhasan es krim itu, serta menganggapnya sebagai ikon Filipina. Es krim dapat dibeli di sebuah gerai di dalam bandara, setelah prosedur check in dan imigrasi dilalui – sepanjang waktunya masih cukup. Pembeli hanya mendapat baggage tag untuk mengambil es krim yang dikemas dalam styrofoam box dan diisi dry ice di conveyor belt di bandara tujuan. Praktis, bukan? Cara-cara seperti ini agaknya perlu dipikirkan kemungkinannya.

Sunday, August 2, 2009

Alhamdulillah akun saya di aktifkan lagi oleh google tanks to u

Alhamdulillah akun saya di aktifkan lagi oleh google tanks to u, ya setelah sabtu kemarin bikin jantung saya pot potan, hampir rata2 blog saya yang hasil bloging beberapa tahun dan cukup rame pengunjungnya di suspent oleh google, untuk tidak jantungan dan matiiii mendadak. Mudah mudahan ini yang terakhir kalinya. Amiiin.
hjjh